
Get every episode summarized
Each time INI KOPER publishes, we email you a written briefing from the transcript — the topics, who appeared, and any specific claims, with the ad reads skipped.
Email me new episodesFree for 3 shows. No card needed.
About this episode
Dalam kesibukan dunia modern yang fokus pada diet, olahraga, dan teknologi medis canggih, sering kali kita melupakan elemen paling vital bagi kehidupan: cara kita bernapas. James Nestor, dalam karyanya yang provokatif dan mencerahkan, "Breath: The New Science of a Lost Art," mengajak pembaca dalam sebuah petualangan ilmiah dan historis untuk menggali kembali pemahaman mendalam tentang pernapasan. Nestor mengajukan argumen kuat bahwa peradaban modern, ironisnya, telah kehilangan seni bernapas yang benar, sebuah kelalaian yang berkontribusi pada berbagai penyakit kronis fisik dan mental yang melanda masyarakat kita.
Perjalanan Nestor dimulai dari ranah personal, didorong oleh perjuangannya sendiri melawan masalah pernapasan yang berulang dan sebuah pengalaman mengejutkan saat mengikuti kelas pernapasan kuno, Sudarshan Kriya. Keheranan atas dampak fisiologis mendalam dari praktik yang tampak sederhana ini menyulut api keingintahuan Nestor. Pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana" membawanya berkeliling dunia, menyelami arsip-arsip terlupakan, laboratorium-laboratorium mutakhir, hingga situs-situs arkeologi kuno, demi mengungkap rahasia yang tersembunyi di setiap tarikan napas.
"Breath" bukan sekadar kumpulan anekdot atau teori spekulatif. Nestor dengan cermat merangkai penemuan-penemuan ilmiah terbaru dalam bidang pulmonologi, neurologi, dan antropologi dengan kebijaksanaan pernapasan yang telah dipraktikkan selama ribuan tahun oleh berbagai budaya. Melalui eksperimen pribadi yang berani—termasuk secara sengaja menyumbat hidungnya selama sepuluh hari—dan wawancara dengan para ahli "pulmonaut" (pionir pernapasan), Nestor mengungkap bagaimana perubahan sederhana dalam cara kita menghirup dan mengembuskan napas dapat secara radikal memengaruhi kesehatan, kinerja atletik, dan bahkan struktur wajah kita, menawarkan perspektif baru yang mendasar tentang kesejahteraan manusia.
Get every episode summarized
Each time INI KOPER publishes, we email you a written briefing from the transcript — the topics, who appeared, and any specific claims, with the ad reads skipped.
Email me new episodesFree for 3 shows. No card needed.
No transcript yet
This episode has not been transcribed. Request it and it moves to the front of the queue.
More episodes
More from INI KOPER

#1034 Merebut Kembali Otonomi dan Imajinasi Manusia
INI KOPER

#1033 Ruang Liiminal bagi Perakit Ekosistem Perubahan Sosial
INI KOPER

#1032 GIFT: Rahasia di Balik Kado
INI KOPER

#1031 Gift Economy: Iuran Energi untuk Ekosistem Perubahan
INI KOPER