
About this episode
Ada sesuatu yang terasa masygul ketika kita melihat sebuah organisasi hanya hidup di atas kertas. Kita sering menemukannya pada lembaga dengan struktur megah namun kehilangan denyut nadi. Manusia di sana seringkali hanya dianggap sekrup kecil tanpa beban doa. Model manajemen tradisional memperlakukan lembaga seperti mesin kaku yang dapat diprediksi. Organisasi sebenarnya lebih menyerupai ekosistem alam yang terus berubah secara dinamis.
Langkah awal memahami ekologi adalah menanggalkan metafora "mesin" dan mengadopsi metafora "organisme". Kita memang telah lama dijajah oleh imajinasi mekanistik warisan zaman industri. Pemimpin dianggap supir dengan kendali penuh atas pedal gas perubahan. Padahal organisasi memiliki kekuatan internal untuk memproduksi dan memelihara dirinya sendiri. Konsep autopoiesis ini menjelaskan mengapa kontrol ketat dari luar seringkali berujung pada kegagalan.
Christopher M. Branson menawarkan perspektif yang lebih membumi dan mungkin lebih "bernyawa". Organisasi adalah sebuah hutan tropis berlapis dengan segala kerumitannya. Kesehatan sistem ini bergantung pada kemampuan manusia sebagai sel penyusun untuk berfungsi harmonis. Keterhubungan menjadi elemen vital penentu keberhasilan sistem secara keseluruhan. Setiap tindakan kecil di satu bagian akan memberikan dampak riak ke bagian lainnya.
Get every episode summarized
Each time INI KOPER publishes, we email you a written briefing from the transcript — the topics, who appeared, and any specific claims, with the ad reads skipped.
Email me new episodesFree for 3 shows. No card needed.
Hosts & guests
No transcript yet
This episode has not been transcribed. Request it and it moves to the front of the queue.
More episodes
More from INI KOPER

#1032 GIFT: Rahasia di Balik Kado
INI KOPER

#1031 Gift Economy: Iuran Energi untuk Ekosistem Perubahan
INI KOPER

#1030 Panduan Menulis bagi Pendamping Perhutanan Sosial
INI KOPER

#1029 Jadilah Tukang Kebun pada Gerakan Iklim
INI KOPER