
About this episode
Selama berabad-abad, rumus ekonomi dunia itu sederhana tapi merusak: jika ingin ekonomi panas membara, cerobong asap juga harus mengepul hitam. Pertumbuhan ekonomi selalu dibayar dengan pemanasan global. Namun, paradigma usang itu kini sedang dibalik total. Mendinginkan bumi bukan lagi beban biaya, melainkan peluang bisnis raksasa. Inilah era di mana "hijau" bukan sekadar warna daun, tapi warna uang dolar yang mengalir deras ke kantong mereka yang peduli lingkungan.
Mekanismenya ada pada transformasi nilai. Hutan yang dulu hanya bernilai saat ditebang menjadi kayu, kini justru bernilai mahal saat dibiarkan berdiri tegak menyerap karbon. Teknologi yang dulu mahal seperti panel surya dan mobil listrik, kini menjadi primadona pasar saham. Melalui perdagangan karbon, perusahaan yang berhasil menurunkan suhu bumi mendapatkan insentif finansial yang nyata. Mereka "menjual" dinginnya bumi kepada industri yang masih "panas", menciptakan siklus ekonomi baru yang saling menguntungkan.
Indonesia berdiri di garis depan peluang ini. Kita punya modal alam yang dicari seluruh dunia: hutan tropis, mangrove, dan lahan gambut. Jika kita cerdas mengelolanya, kita tidak perlu memilih antara lingkungan atau kemajuan. Kita bisa mendapatkan keduanya. Dengan regulasi yang tepat dan teknologi yang mumpuni, kita bisa menjadi super power baru. Mendinginkan suhu bumi untuk anak cucu, sambil menghangatkan mesin ekonomi rakyat hari ini.
Get every episode summarized
Each time INI KOPER publishes, we email you a written briefing from the transcript — the topics, who appeared, and any specific claims, with the ad reads skipped.
Email me new episodesFree for 3 shows. No card needed.
Hosts & guests
No transcript yet
This episode has not been transcribed. Request it and it moves to the front of the queue.
More episodes
More from INI KOPER

#1032 GIFT: Rahasia di Balik Kado
INI KOPER

#1031 Gift Economy: Iuran Energi untuk Ekosistem Perubahan
INI KOPER

#1030 Panduan Menulis bagi Pendamping Perhutanan Sosial
INI KOPER

#1029 Jadilah Tukang Kebun pada Gerakan Iklim
INI KOPER